1
Informasi dan Pengumuman
PENGUMUMAN SISWA KELAS XII

Upd: Minggu, 23 April 2017 | 10:29 WIB
Bagi siswa Kelas XII dalam rangka Persiapan Wisuda Angkatan XIII Tapel 2016/2017 siswa kelas diharapkan hadir pada hari Selasa untuk Koordinasi dengan Panitia dan Wali ...
PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA KELAS XII TAPEL 2016-2017

Upd: Minggu, 23 April 2017 | 10:19 WIB
PENTING !! INFO BARU BAHWA PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA KELAS XII TAHUN PELAJARAN 2016/2017 AKAN DI UMUMKAN PADA TGL 02  MEI 2017, PUKUL 20.00 WITA UNTUK ...
ACARA WISUDA SMA NEGERI 1 LOA JANAN

Upd: Minggu, 23 April 2017 | 10:20 WIB
ACARA WISUDA LULUSAN KELAS XII TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DILAKSANAKAN PADA HARI RABU TGL 03 MEI 2017 DI GEDUNG PUSDIKLAT PROVINSI KALTIM ACARA PROSESI WISUDA, & ...
Agenda Kegiatan Terbaru

Tanggal : 23/04/2017
HARI SENIN : PETUGAS MUADZDZIN, DAN IMAM SHALAT ...
Tempat : MUSHALA SMA NEGERI 1LOA JANAN
Tanggal : 23/04/2017
Kegiatan Shalat dilaksanakan setiap hari : SENIN, SELASA, ...
Tempat : MUSHALA SMA NEGERI 1LOA JANAN
Agenda-agenda Lainnya..
Login Siswa & Guru
NIS. / User :
Password :
Sebagai : Guru/Siswa
Register |
Statistik Pengunjung
  Sedang Online     : 1 orang
  Visitor Hari ini
      : 30 visitor
  Total Visitor      
    : 32006 orang
  Tayangan hari ini
: 1413 kali
  Total Tayangan    : 2809857 kali

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Kelompok Mata Pelajaran 

Struktur dan muatan Kurikulum SMA Negeri 1 Loa Janan tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.

(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 

(2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

(3) Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi

(4) Kelompok mata pelajaran estetika

(5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan sebagai berikut :

No

Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan

1.

Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2.

Kewarganega-raan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA Negeri 1 Loa Janan dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

4.

Estetika

Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5.

Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMA Negeri 1 Loa Janan dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

 

B.  Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Loa Janan meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.

Pengorganisasian kelas-kelas pada SMA Negeri 1 Loa Janan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta  didik, dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas dua program: (1) Program Ilmu Pengetahuan Alam, dan (2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial.

Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Loa Janan adalah sebagai berikut :

1. Struktur Kurikulum Kelas X

Komponen

Alokasi Waktu

Semester 1

Semester 2

A.   Mata Pelajaran

 

 

  1. Pendidikan Agama

4

4

  1. Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

  1. Bahasa  Indonesia

4

4

  1. Bahasa Inggris

4

4

  1. Matematika

4

4

6. Fisika

2

2

7. Biologi

2

2

8. Kimia

2

2

9. Sejarah

1

1

10. Geografi

2

2

11. Ekonomi

2

2

12. Sosiologi

2

2

13.  Seni Budaya

2

2

14.  Penjas Orkes

2

2

15.  TIK

2

2

16.  Keterampilan /Bahasa Asing

2

2

  1. Mulok Komputer
    1. Komputer
    2. Perikanan (Budidaya Ikan)
    3. Budi Pekerti

2

2

1

2

2

1

C.   Pengembangan Diri

2

2

D    Bimbingan Konseling

1

1

Jumlah

47

47

 

 

 

2. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPA

Komponen

Alokasi Waktu

Kelas XI

Kelas XII

Smt 1

Smt 2

Smt 1

Smt 2

A.   Mata Pelajaran

      1.    Pendidikan Agama

4

4

4

4

      2.    Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

2

      3.    Bahasa Indonesia

4

4

4

4

      4.    Bahasa Inggris

4

4

4

4

      5.    Matematika

4

4

4

4

      6.    Fisika

4

4

4

4

       7.    Kimia

4

4

4

4

       8.    Biologi

4

4

4

4

       9.    Sejarah

1

1

1

1

       10. Seni Budaya

2

2

2

2

       11. Penjas Orkes

2

2

2

2

       12. TIK

2

2

2

2

       13. Keterampilan/ Bahasa Asing

2

2

2

2

  1. Mulok Komputer
    1. Komputer
    2. Pertamanan & Tata Boga
    3. Budi Pekerti

2

2

1

2

2

1

2

2

1

2

2

1

C.  Pengembangan Diri

2

2

2

2

D. Bimbingan Konseling

1

1

1

1

Jumlah

47

47

47

47

 

 

3. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPS

 

Komponen

Alokasi Waktu

Kelas XI

Kelas XII

Smt 1

Smt 2

Smt 1

Smt 2

A.  Mata Pelajaran

  1. Pendidikan Agama

4

4

4

4

  1. Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

2

  1. Bahasa Indonesia

4

4

4

4

  1. Bahasa Inggris

4

4

4

4

  1. Matematika

4

4

4

4

  1. Sejarah

3

3

3

3

  1. Geografi

3

3

3

3

  1. Ekonomi

4

4

4

4

  1. Sosiologi

3

3

3

3

  1. Seni Budaya

2

2

2

2

  1. Penjas Orkes

2

2

2

2

  1. TIK

2

2

2

2

  1. Keterampilan/Bahasa Asing

2

2

2

2

  1. Mulok  :
    1. Komputer
    2. Pertamanan & Tata Boga
    3. Budi Pekerti

2

2

1

2

2

1

2

2

1

2

2

1

C.  Pengembangan Diri

2

2

2

2

D. Bimbingan Konseling

1

1

1

1

Jumlah

47

47

47

47

 

 

C.  Muatan Kurikulum  

1.  Mata Pelajaran

Mata pelajaran wajib di SMA Negeri 1 Loa Janan  adalah : Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Penjas Orkes, Seni & Budaya, Teknologi Informasi Komunikasi dan Ketrampilan.

2.  Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri di SMA Negeri 1 Loa Janan dikelompokkan menjadi 2 kelompok kegiatan yakni :

a.   Pengembangan Diri Terpogram

      1)   Kegiatan pelayanan konseling

Kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan pelayanan konseling dikelompokkan dalam tiga hal meliputi : 

a)      Masalah diri pribadi dan kehidupan sosial,

b)      Masalah belajar, dan

c)      Pengembangan karier peserta didik

2)      Kegiatan pembinaan dasar, yang meliputi : 

a)      Keagamaan

b)      Upacara

c)      9 K

d)     SAINS

e)      U K S / PMR

f)       PHBI

g)      5 S

      3)   Kegiatan ekstra kurikuler,   meliputi kegiatan :

a)   Drum Band

b)      Kepramukaan

c)      Olah raga prestasi

d)     Kesenian        

e)      Mading

 

Keterangan : Setiap siswa wajib mengikuti minimal satu macam kegiatan ekstrakurikuler dengan memilih jenis ekstrakurikuler yang tersedia.

Jadwal Kegiatan ekstra kurikuler 

 

No

 

Nama Kegiatan

Hari

Waktu

Tempat

Pembina / Penanggung Jawab Kegiatan

1

Drum Band

Sabtu

11.30 – 14.00

SMA N 1 LOA JANAN

Nining.WD.

2

Kepramukaan

Sabtu

11.30 – 14.00

SMA N 1 LOA JANAN

Aspiri, S.Pd.

3

Olah raga prestasi

Sabtu 

11.30 – 14.00

SMA N 1 LOA JANAN

Didik, S.Pd.

4

Kesenian

Sabtu 

11.30 – 14.00

SMA N 1 LOA JANAN

Surminawati, SE.

5

Mading 

Sabtu 

11.30 – 14.00

SMA N 1 LOA JANAN

Iin Fauzia. S.Pd.

 

    b. Pengembangan Diri Pembiasaan, Meliputi :

1)      Pembiasaan Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, meliputi :

a)      Upacara bendera

b)      Senam

c)      Doa bersama

d)     Ketertiban

e)      Pemeliharaan kebersihan

f)       Kesehatan diri

g)      Silaturrahmi (bersalam-salaman siswa, guru, Kepsek, Selesai upacara)

2)      Pembiasaan Spontan, yaitu kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus, meliputi :

a)      Pembentukan perilaku memberi senyum, salam, sapa, sopan dan santun

b)      Membuang sampah pada tempatnya

c)      Budaya antri

d)     Mengatasi silang pendapat (pertengkaran)

e)      Saling mengingatkan ketika melihat pelangaran tata tertib sekolah

f)       Kunjungan rumah ( Home Visit )

g)      Kesetiakawanan sosial

h)      Anjangsana

3)      Pembiasaan Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari, meliputi :

a)      Berpakaian rapi

b)      Berbahasa yang baik

c)      Rajin membaca

d)     Memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain

e)      Datang tepat waktu

3.  Pengaturan Beban Belajar

Pengaturan beban belajar di SMA Negeri 1 Loa Janan berdasarkan sistem paket yang dinyatakan dalam  satuan jam pembelajaran. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran adalah selama 45 menit, dengan jumlah jam pelajaran tatap muka per minggu adalah 44  jam pembelajaran untuk kelas X dan 44 jam pembelajaran untuk kelas XI dan XII. Sedangkan untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur ditetapkan 60% dari jumlah jam tatap muka pada tahun pelajaran 2012/2013. Pada prakteknya alokasi waktu penugasan terstruktur di SMA Negeri 1 Loa Janan terintegrasi dengan alokasi waktu jam tatap muka.

Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan untuk SMA Negeri 1 Loa Janan tergambar dalam tabel berikut:

Kelas

Satu jam pembelajaran tatap muka (menit)

Satu jam pembelajaran Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (menit)

Jumlah jam pembelajaran perminggu

Minggu efektif

Per Tahun Pelajaran

Waktu pembelajaran / jam per tahun (@45 menit)

X

45

25

44

44

1956 jam = 87120 menit

XI

45

25

44

44

1956 jam = 87120 menit

XII

45

25

44

44

1956 jam = 87120 menit

4.  Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satuan tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.

 

Muatan lokal yang diajarkan dan dikembangkan di SMAN 1 Loa Janan adalah :

KELAS

SEMESTER

KET

I

II

 

X

Budidaya Ikan

Budidaya Ikan

 

XI - IPA

Pertanian

Pertamanan

 

XI - IPS

Pertanian

Pertamanan

 

XII - IPA

Tata Boga

Tata Boga

 

XII - IPS

Tata Boga

Tata Boga

 

5.   Ketuntasan Belajar

SMA Negeri 1 Loa Janan  menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas materi, serta sumber daya pendukung. Berdasarkan analisis penentuan KKM oleh Guru Mata Pelajaran  melalui forum MGMP di lingkungan SMA Negeri 1 Loa Janan diperoleh KKM pada masing-masing pelajaran adalah sebagai berikut :

No

Mata Pelajaran

Kelas X

Kelas XI

Kelas XII

1

Pendidikan Agama

75

75

75

2

PKn

75

75

75

3

Bahasa Indonesia

75

75

75

4

Bahasa Inggris

75

75

75

5

Matematika IPA

75

75

75

6

Matematika IPS

75

75

75

7

Seni budaya

75

75

75

8

Penjasorkes

75

75

75

9

Sejarah

75

75

75

10

Fisika

75

75

75

11

Kimia

75

75

75

12

Biologi

75

75

75

13

Geografi

75

75

75

14

Ekonomi/Akuntansi

75

75

75

15

Sosiologi

75

75

75

16

T I K

75

75

75

17

Ketrampilan

75

75

75

18

Mulok Komputer

75

75

75

 

 

               Bagi siswa yang tidak memenuhi KKM pada mata pelajaran tertentu perlu diberikan remidial oleh guru mata pelajaran. Hal yang perlu diperhatikan dalam remidial :

  1. Remedial dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian  untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.
  2. Remidial dilaksanakan melalui : pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus, pemberian tugas/latihan, belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya, dan lain-lain, yang semuanya diakhiri dengan ulangan.
  3. Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remedi untuk memperbaiki nilai sehingga mencapai nilai maksimal (100). Untuk mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan remedial SMA Negeri 1 Loa Janan menetapkan nilai remedi sama dengan nilai KKM, dan pelaksanaan remidial maksimal 2 kali.

Bagi siswa yang sudah mencapai atau melebihi KKM berhak mendapat pembelajaran pengayaan oleh guru dengan nilai yang diperhitungkan. Penghitungan nilai didasarkan pada nilai tertinggi dari  perolehan nilai yang dicapai siswa. Bentuk pembelajaran pengayaan :

  1. Belajar Kelompok : Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial
  2. Belajar mandiri : Secara mandiri peserta didik belajar tentang sesuatu yang diminati
  3. Pembelajaran berbasis tema : Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan berbagai disiplin ilmu
  4. Pemadatan kurikulum : Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi materi yang belum diketahui peserta didik.
  1. 6.      Kenaikan Kelas dan Kelulusan

a.   Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semerter genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil, harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap. Hal ini sesuai dengan  prinsip belajar tuntas  (mastery learning), dimana peserta yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan KKM yang ditetapkan, maka yang bersangkutan harus mengikuti pembelajaran remidi sampai yang bersangkutan mampu mencapai KKM dimaksud. Artinya, nilai kenaikan kelas harus tetap memperhitungkan hasil belajar peserta didik selama satu tahun pelajaran yang sedang berlangsung.

Berdasarkan rapat dinas disepakati bahwa Kriteria Kenaikan Kelas pada tahun pelajaran 2012/2013 di SMA N 1 Loa Janan adalah sebagai berikut :

  1. Peserta didik harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran di kelas yang bersangkutan.
  2. Peserta didik diwajibkan mengikuti kegiatan pembelajaran minimal 80% dari seluruh kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Loa Janan. Apabila peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran  kurang dari 80%, maka peserta didik diwajibkan mengikuti kegiatan pembelajaran pengganti sesuai kesepakatan antara peserta didik dengan guru masing-masing mata pelajaran setelah mendapat rekomendasi dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
  3. Peserta didik diwajibkan mengikuti minimal satu jenis kegiatan pengembangan diri (ekstar kurikuler) dengan nilai minimal C (cukup).
  4. Peserta didik dinyatakan naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan:
    1. Nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian berkategori baik
    2. Jumlah mata pelajaran yang tidak mencapai KKM tidak lebih dari/maksimal 3 (tiga) mata pelajaran.
    3. Mengikuti kegiatan pembelajaran tidak kurang dari/minimal 80%.
    4. Tidak terdapat nilai ≤ 50
    5. Mengikuti kegiatan pengembangan diri, nilai pengembangan diri tidak kurang dari/minimal C (cukup)
    6. Tidak melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan dan disiplin sekolah
    7. Peserta didik dinyatakan  naik ke kelas  XII, apabila yang bersangkutan:   
      1. Nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian berkategori baik
      2. Jumlah mata pelajaran yang tidak mencapai KKM tidak lebih dari/maksimal 3 (tiga) mata pelajaran, yang bukan mata pelajaran ciri khas program studi.

Sebagai contoh: Bagi Peserta didik Kelas XI

1)      Program IPA, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas  pada mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi.

2)      Program IPS, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas  pada mata pelajaran Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi.

  1. Mengikuti kegiatan pembelajaran tidak kurang dari/minimal 80%.
  2. Tidak terdapat nilai ≤ 50
  3. Mengikuti kegiatan pengembangan diri, nilai pengembangan diri tidak kurang dari/minimal C (cukup)
  4. Tidak melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan dan disiplin sekolah
  5. Siswa yang tidak naik kelas diwajibkan mengulang yaitu mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pada tingkat kelas yang sama pada tahun pelajaran berikutnya. 

b.   Kelulusan

Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari SMA Negeri 1 Loa Janan adalah :

a.   Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b.   Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;

c.   Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan

d.   Lulus Ujian Nasional. 

7.  Penjurusan

  1. Waktu penentuan dan pelaksanaan penjurusan

1)   Penentuan penjurusan bagi peserta didik untuk program IPA dan IPS dilakukan mulai akhir semester 2 (dua) kelas X.

2)   Pelaksanaan  KBM sesuai program jurusan, dimulai pada semester 1 (satu) kelas XI.

  1. Kriteria penjurusan program 

Penentuan penjurusan program dilakukan dengan mempertimbangkan potensi, minat dan kebutuhan peserta didik, yang harus dibuktikan dengan hasil prestasi akademik yang sesuai dengan kriteria nilai yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Apabila terjadi perbedaan antara potensi/minat dengan nilai akademik seorang peserta didik, maka guru harus mengkaji dan melakukan perbaikan dalam memberikan layanan belajar kepada yang bersangkutan.

1)      Potensi dan Minat  Peserta Didik

Untuk mengetahui potensi dan minat peserta didik dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara, atau cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi potensi, minat, dan bakat.

2)      Nilai akademik

Peserta didik  yang naik ke kelas XI dan akan mengambil program  tertentu yaitu: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas program tersebut (lihat Struktur Kurikulum).

Peserta didik yang naik ke kelas XI, dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran, maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program yang dapat diikuti oleh peserta didik, contoh :

a)   Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Kimia dan Biologi (2 mata pelajaran ciri khas program IPA) maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPS

b)   Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi, Sosilologi, dan Geografi (2 mata pelajaran ciri khas program IPS)  maka peserta didik  tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPA.

c)   Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika dan Ekonomi (mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas kedua program di SMA) maka peserta didik tersebut:

      -   perlu diperhatikan minat peserta didik.

      -   perlu diperhatikan prestasi Pengetahuan, Praktik dan Sikap pada mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPA seperti Fisika, Kimia, dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPS ( Ekonomi, Geografi, Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris). Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri dengan ujian. Apabila pada nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program tertentu terdapat nilai prestasi yang lebih unggul daripada program lainya, maka siswa tersebut dapat dijuruskan ke program yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. Apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai, wali kelas dengan pertimbangan masukan dari guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program apa yang dapat dipilih oleh peserta didik.

  1. Bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke semua program, diberi kesempatan untuk pindah jurusan apabila ia tidak cocok pada program semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya.  Sekolah harus memfasilitasi agar peserta didik dapat mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru.
  2. Batas waktu untuk pindah program ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan.
  3. Satuan pendidikan dapat menambah kriteria penjurusan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan  setiap satuan pendidikan.

8.   Pendidikan Kecakapan Hidup

  1. Kurikulum SMA Negeri 1 Loa Janan  memasukkan pendidikan kecakapan hidup terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran di seluruh mata pelajaran.
  2. Pendidikan kecakapan hidup dalam kurikulum yang dianut merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.
  3. Sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup ini, semua guru mapel secara bertahap melakukan analisis SK dan KD untuk menetapkan dan mengintegrasikan muatan kecakapan hidup ke dalam masing-masing mata pelajaran. (Silabus terlampir)

Pendidikan kecakapan hidup dikembangkan melalui pembelajaran :

  1. Kecakapan personal, meliputi : beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berpikir rasional, memahami diri sendiri, percaya diri, bertanggung jawab, menghargai dan menilai diri.
  2. Kecakapan sosial, meliputi : kecakapan bekerja sama, menunjukkan tanggung jawab sosial, mengendalikan emosi, berinteraksi dalam budaya lokal dan global, berinteraksi dalam masyarakat, meningkatkan potensi fisik, membudayakan sikap sportif, membudayakan sikap disiplin, membudayakan sikap hidup sehat.
  3. Kecakapan akademik, meliputi : menguasai pengetahuan, menggunakan metode dan penelitian ilmiah, bersikap ilmiah, mengembangkan kpasitas sosial untuk belajar sepanjang hayat, mengembangkan berpikir strategis, berkomunikasi secara ilmiah, memperoleh kompetensi lanjut akan ilmu pengetahuan dan teknologi, membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah, membudayakan berpikir kreatif, membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah secara mandiri, menggunakan teknologi, menggunakan pengetahuan, dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.

 

9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal

  1. a.      Keunggulan Lokal

      Keunggulan Lokal (KL) adalah suatu proses dan realisasi peningkatan nilai dari suatu ciri khas kedaerahan  dan potensi daerah, sehingga menjadi produk/jasa atau karya lain yang bernilai tinggi, bersifat unik dan memiliki keunggulan komparatif. Ciri khas kedaerahan adalah suatu bentuk kegiatan atau produk yang hanya terdapat pada satu daerah/lokal dan tidak terdapat pada daerah lainnya. Potensi daerah adalah aset yang dimiliki oleh satu daerah tertentu yang dapat memberikan nilai kemanfaatan dan nilai kemudahan bagi daerah itu sendiri.

 

  1. b.      Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL)

      Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA Negeri 1 Loa Janan adalah pendidikan/program pembelajaran yang diselenggarakan pada Satuan Pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya dan potensi daerah yang bermanfaat  dalam proses pengembangan kompetensi peserta didik. Sumberdaya dan potensi daerah dimaksud antara lain mencakup aspek SDA, SDM, ekonomi, budaya/history, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi (TIK/ICT), ekologi dan lain-lain. Kebutuhan daerah (segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di satu daerah untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf hidup masyarakat setempat).

Berkaitan dengan hal dimaksud, perlu adanya pemahaman dari semua pihak bahwa program PBKL di SMA bukan merupakan mata pelajaran baru tetapi merupakan materi pembelajaran pada Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar (SK/KD) mata pelajaran yang relevan. Materi Pembelajaran tersebut dikembangkan melalui proses analisis keunggulan lokal di daerah setempat.

 

  1. c.       Acuan  Pengembangan Program PBKL di SMA

Mengacu pada berbagai pengertian tersebut di atas, maka program PBKL  dikembangkan dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan (SMA) berdasarkan:

  1. Sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), potensi  dan kebutuhan daerah yang mencakup aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ekologi, dan lain-lain.
  2. Kebutuhan, minat, dan bakat peserta didik.
  3. Ketersediaan daya dukung/potensi satuan pendidikan (internal) antara lain:

a.      Kurikulum Sekolah yang memuat program keunggulan lokal melalui integrasi pada mata pelajaran yang relevan, atau melalui mata pelajaran muatan lokal dan/atau keterampilan.

b.      Sarana prasarana: ruang belajar, peralatan praktik, media pembelajaran, buku/bahan ajar sesuai dengan program PBKL yang diselenggarakan.

c.      Ketenagaan dengan keahlian sesuai tuntutan program PBKL

d.      Biaya operasional pendidikan yang diperoleh melalui berbagai sumber

 

4.   Ketersediaan daya dukung eksternal antara lain:

a.      Dukungan Pemda Kab/Kota baik berupa kebijakan, pembinaan dan fasilitas/pembiayaan.

b.      Stakeholders yang memiliki kepedulian untuk mendukung keseluruhan proses penyelenggaraan PBKL, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program.

c.      Nara sumber yang memiliki kemampuan/keahlian sesuai dengan program keunggulan lokal yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

d.      Satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan  non formal yang terakreditasi.

  1. d.      Jenis PBKL di SMA Negeri 1 Loa Janan

Setelah melalui proses identifikasi keunggulan lokal di daerah Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara dan melalui analisis kondisi dan potensi di SMA Negeri 1 Loa Janan, maka melalui Rapat kerja sekolah dan pertimbangan komite pendidikan, ditetapkan PBKL di SMA Negeri 1 Loa Janan adalah  Komputer, Pertanian, Perkebunan dan Prikanan.

Strategi pembelajaran PBKL ini untuk tahun pelajaran 2012/2013 adalah :

1)      Melalui integrasi delapan (8) matapelajaran, Muatan Lokal, Keterampilan, Fisika, Kimia, Biologi, Sejarah, Bahasa Inggris, Ekonomi.

2)      Melalui Muatan Lokal

D. Standar Kompetensi Lulusan

Standar  Kompetensi  Lulusan    Satuan  Pendidikan  (SKL-SP) untuk SMA Negeri 1 Loa Janan  selengkapnya adalah: 

  1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja
  2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya
  3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya
  4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
  5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global
  6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif
  7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan
  8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri
  9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik

10.  Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah  kompleks.

11.  Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial

12.  Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab

13.  Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

14.  Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya

15.  Mengapresiasi karya seni dan budaya

16.  Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok

17.  Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan

18.  Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun

19.  Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat

20.  Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain

21.  Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis

22.  Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris

23.  Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi